Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Akan Digelar Ritual Adat dan Aksi Bersih Jalur
TIMES Australia/Kondisi Gunung Api Kerici yang di abadikan dari kawasan Kayu Aro, Minggu (18/1/2026). Resort Gunung Kerinci bersama relawan jadwalkan ritual adat dan pembersihan sisa sampah di jalur pendakian. (ANTARA/HO-Resort Gunung Kerinci)

Pendakian Gunung Kerinci Masih Ditutup, Akan Digelar Ritual Adat dan Aksi Bersih Jalur

Pengelola akan kembali mengevaluasi pembukaan jalur pendakian setelah seluruh rangkaian kegiatan dan kondisi keamanan dinyatakan aman.

TIMES Australia,Minggu 18 Januari 2026, 14:30 WIB
236.9K
A
Antara

KERINCIAktivitas pendakian Gunung Kerinci hingga kini masih ditutup meski tren kegempaan mulai menunjukkan penurunan. Penutupan sementara dilakukan karena akan digelarnya ritual adat serta kegiatan pembersihan jalur pendakian yang melibatkan masyarakat di sekitar kaki gunung.

Kepala Resort Gunung Kerinci, Eko Supriyatno, mengatakan pengelola kawasan bekerja sama dengan pegiat lingkungan dan warga setempat telah menyusun agenda bersih-bersih gunung yang dirangkai dengan ritual adat.

“Kami berkolaborasi dengan empat desa di sekitar Gunung Kerinci. Kegiatan ini dimotori oleh Desa Kersik Tuo, termasuk pelaksanaan ritual adat yang rencananya juga disertai pemotongan kambing,” kata Eko di Jambi, Minggu (18/1/2026).

Menurut Eko, ritual adat tersebut merupakan bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat. Warga meyakini kegiatan pembersihan gunung perlu segera dilakukan, menyusul adanya pesan adat yang diterima sebagian masyarakat.

Desa yang akan terlibat dalam kegiatan ini antara lain Desa Kersik Tuo, Batang Sangir, Lindung Jaya, dan Mekar Jaya. Pelaksanaan ritual adat dijadwalkan berlangsung pada 22 Januari 2026.

Selain ritual adat, Resort Gunung Kerinci bersama relawan dari pelaku wisata, pemandu gunung, porter, serta komunitas lainnya akan melaksanakan aksi bersih jalur pendakian secara sukarela. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026.

“Kegiatan bersih-bersih jalur akan kami lakukan bersama para relawan setelah ritual adat, sesuai jadwal yang telah disepakati,” ujar Eko.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), David, membenarkan rencana kegiatan tersebut. Ia mengatakan aksi bersih jalur sempat direncanakan digelar lebih awal, namun ditunda karena aktivitas kegempaan Gunung Kerinci masih terpantau.

“Awalnya direncanakan pekan ini, tetapi berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci, aktivitas gempa masih terjadi, sehingga jadwal disesuaikan,” kata David.

Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih nantinya akan melibatkan berbagai unsur, termasuk relawan, pemandu, porter, serta komunitas pendaki, dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

Hingga kegiatan tersebut rampung, pendakian Gunung Kerinci masih ditutup untuk umum. Pengelola akan kembali mengevaluasi pembukaan jalur pendakian setelah seluruh rangkaian kegiatan dan kondisi keamanan dinyatakan aman. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Wahyu Nurdiyanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Australia, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.