TIMES AUSTRALIA, MADIUN – Keberadaan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Madiun diharapkan makin eksis dengan dilantiknya kepengurusan definitif. Sekaligus menepis anggapan yang masih keliru sehingga kehadiran APPSI belum sepenuhnya bisa diterima.
"Komitmen kami memberikan manfaat bagi pedagang pasar. Mungkin ditangkap kurang bagus karena kurang adanya komunikasi yang baik," ujar Adi Sucipto Wakil Ketua DPW APPSI Jawa Timur, Sabtu (10/1/2026).
Adi mengungkapkan, banyak kepala daerah di beberapa wilayah menunjukkan sikap terbuka kepada APSI. Di sisi lain, dia menyayangkan jika ada kepala daerah yang masih enggan dan tidak menanggapi APPSI.
"Ironis kalau kemudian kepala daerah di suatu tempat tidak menanggapi kami. Bahkan mungkin takut dengan kami. Hal itu tidak masuk akal," ujarnya.
Ditegaskan, sikap APPSI akan sejalan dengan pemerintah. Mengingat dewan pembina APPSI adalah Prabowo Subianto yang notabene adalah Presiden RI.
"Tidak mungkin kami melawan pemerintah baik itu pusat maupun di daerah. Kami akan membantu. Tinggal pemerintah daerahnya mau bagaimana," tegas Adi.
APPSI di daerah, lanjut Adi, siap berkolaborasi dan dilibatkan dalam perencanaan dan pengembangan pasar di Kota Madiun. Agar pasar tradisional tetap bergeliat di tengah persaingan dan tekanan perdagangan online. Keberhasilan pengembangan pasar tradisional seperti di Solo, Surabaya dan Malang bisa dijadikan referensi.
"Digitalisasi pasar adalah keniscayaan. Pemerintah daerah harus membuka ruang kolaborasi. APPSI adalah pihak yang paham kondisi lapangan pedagang pasar. Karena itu, penting untuk dilibatkan dalam kebijakan pasar rakyat di daerah," kata Adi.
Kepengurusan DPD APPSI Kota Madiun periode 2026-2031 yang sebelumnya berstatus caretaker telah dikukuhkan menjadi definitif dengan Ketua Mayang Lili Marwati. Bersama dengan pengukuhan dan pelantikan juga diserahkan surat keputusan pembentukan komisariat pasar.
"Kota Madiun menjadi daerah pertama yang menerima SK komisariat langsung dari DPP APPSI," imbuhnya.
Ketua DPD APPSI Kota Madiun Mayang Lili Mawarti menyebutkan ada 8 komisariat pasar yang telah menerima SK. Harapannya, komisariat bisa terbentuk di 17 pasar yang ada di Kota Madiun.
"Mudah-mudahan sisanya bisa segera bergabung. Kami berupaya untuk terus berkomunikasi," jelasnya usai dilantik.
Pengukuhan dan pelantikan DPD APPSI Kota Madiun dihadiri Ketua DPRD Kota Madiun Armaya dan perwakilan forkopimda. Kegiatan dilaksanakan di hall lantai 3 Hotel Kartika Abadi Madiun. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Siap Kolaborasi Kembangkan Pasar Tradisional, DPD APPSI Kota Madiun Resmi Dikukuhkan
| Writer | : Yupi Apridayani |
| Editor | : Ronny Wicaksono |